Tahun 2016 Ekspor Kopi Nasional turun 15%

Tahun 2016 Ekspor Kopi Nasional turun 15%

399
0
SHARE
ekspor kopi

Sepanjang tahun 2016 produktifitas kopi Indonesia mengalami penurunan. Hal ini berdampak terhadap ekspor kopi nasional yang mengalami penyusutan. Di tahun 2016, Ekspor kopi di prediksi mengalami penurunan hingga 15% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya total ekspor mencapai 400.000 ton.

Penurunan ekspor kopi Indonesia terjadi karena produksi kopi nasional sedang mengalami tren penurunan akibat anomali cuaca, sepanjang tahun 2016 Cuaca di indonesia sedang dalam musim kemarau basah dimana curah hujan lebih tinggi dibanding musim kemarau.

Menurut Ketua umum Gabungan Eksportir Kopi Indonesia (Gaeki), Hutama Sugandhi mengatakan, minat pasar Internasional terhadap kopi Indonesia masih sangat tinggi sebab kopi Indonesia sangat beragam, ditambah dengan ciri khas dan cita rasa yang terjaga. Namun sayangnya, permintaan kopi yang tinggi tidak bisa di imbangi dengan produksi kopi yang malah turun pada tahun 2016.

Ia juga menbahkan, sepanjang tahun 2015 produksi kopi dalam negeri mencapai 639.412 ton, namun di tahun 2016 produksi kopi Indonesia hanya 639.305 ton atau mengalami penurunan tipis 0.01%. untuk tahun 2017 diprediksi produksi kopi nasional bisa mencapai 637,539 ton atau naik 0,27% dari tahun lalu. “Ungkapnya”

Akibat adanya penurunan produksi kopi Indonesia membuat ekpsor kopi pada tahun 2016 menurun sekitar 15%. Dari rata rata nilai ekspor kopi yang mencapai 400.000 ton pertahun.

Selain itu, ia juga menambahkan, agar pemerintah bisa lebih serius dalam memperhatikan pengembangan industri kopi dari hulu hingga hilir. Sebab permintaan terhadap kopi Indonesia terus mengalami peningkatan baik dipasar domestik atau di pasar luar negeri, sebab jika produksi kopi terus mengalami penurunan sementara permintaan terus meningkat bukan tidak mungkin Indonesia bisa menjadi Importir kopi, padahal harga kopi rata rata sudah mulai naik. “jelasnya”

Mengacu data Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian (Kemtan), dalam dua tahun terakhir, kopi jenis robusta mengalami kenaikan Rp 25.000 perkg menjadi Rp 40.000 perkg, kopi jenis arabika naik Rp 40.000 perkg menjadi Rp 60.000 perkg.

Diperkirakan kenaikan harga kopi indonesia akan terus naik sebab permintaan kopi Akan semakin tinggi ditambah kopi Aseli indonesia ini memiliki ciri khas tersendiri yang tidak ada pada kopi dinegara lain.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY