LATEST ARTICLES

0

Dalam tiga hari ini berturut-turut, harga CPO (crude palm oil) minyak sawit mentah hari Kamis (3/8/17) masih saja menunjukkan kelesuannya.

Kontrak berjangka CPO yang sampai bulan Oktober 2017, kontrak teraktif yang ada di Bursa Malaysia, dikabarkan melemah 0,57% (15 poin) menuju level 2.627 ringgit per ton di siang ini.

Pada pagi tadi, harga CPO memang dibuka turun 0,45% (12 poin) ke posisi 2.630, usai di perdagangan Rabu (2/8) hanya berjalan stabil di kisaran 0,45% (12 poin) pada level 2.642.

Pelemahan harga CPO ini memang dipengaruhi juga masih lemahnya minyak kedelai yang sejak hari Selasa (1/8) lalu sudah duluan terjun dari posisi sebelumnya.

Minyak sawit hari ini tertekan oleh lemahnya minyak kedelai di hari Selasa dan juga sebagai salah satu dampak melesunya bursa Dalian,” kata Donny Khor selaku deputy director futures and commodities saat ditemui di RHB Investment Bank.

Soal harga minyak sawit olahan yang masuk kontrak Januari di ranah Bursa Komoditas Dalian melemah 0,5% menuju posisi 5.402 yuan/ton, dan minyak kedelai masih melandai sebesar 0,9% menuju 6.264 yuan/ton.

 “Ada semacam kekhawatiran mengenai naiknya suplai, soalnya produksi minyak sawit bulan Agustus ini akan kembali merangkak, meski ini baru perkiraan saja,” imbuh Khor.

Selepas melemahkan sawit hari ini, nilai tukar ringgit nampak menguat 0,01% ke level 4,2852/dolar AS, usai Rabu (2/8) kemarin berakhir terapresiasi sebesar 0,01% pada level 4,2850.

0

Pemkab Aceh Barat, Provinsi Aceh saat ini mengupayakan langkah membangkitkan lagi usaha masyarakat dalam mengolah air laut menjadi garam, target mereka adalah memanfaatkan daerah pesisir.

Muhammad Ikbal selaku Kepala DKP (Dinas Kelautan dan Perikanan) Aceh Barat, , yang ada di kawasan Meulaboh, Selasa (1/8) memberikan pernyataan, kalau kondisi usaha pondok petani garam yang ada di kawasan ini memang sudah fakum lama usai gulungan ombak tsunami di tahun 2004 lalu.

Dulu memang daerah kita sebagian penduduk bekerja sebagai petani garam, disana ada pondok-pondok usaha yang mengelola garam, saat ini memang tak ada lagi. Kami masih akan menentukan lokasi yang cocok dulu, baru menyusun sistemnya lagi, dipekerjakan sendiri atau kelompok,” katanya.

Ikbal menambahkan, sepanjang garis pantai pesisir barat Aceh yang secara langsung berhadapan dengan Samudera Hindia-Indonesia, tambak yang dipakai sebagai tempat budidaya pengolahan garam sama sekali tak banyak ditemukan.

Dinas terkait memang sudah pernah mengadakan program pemberdayaan petani garam, jika nanti bisa berjalan akan kami bantu. Saat ini tambaknya terbatas, kini tinggal megukur kadar garamnya saja, jika cocok maka akan diupayakan, jika masih ada di bawah kadar akan kami kaji ulang,” tegasnya.

0

BPS (Badan Pusat Statistik) sangat yakin kalau kelangkaan garam dalam kawasan Indonesia sama sekali tak akan berpengaruh banyak ke pergerakan Indeks Harga Konsumen (inflasi). Mengingat komoditas itu bobotnya bisa dibilang sangat kecil, dan ini sama sekali tak akan berdampak besar pengaruhnya.

Bobot garam memang sangat kecil sekali. Ini sama sekali tak akan mempengaruhi laju inflasi,” ungkap Kepala BPS Suhariyanto, di Selasa (1/8/2017).

Suhariyanto yang kadang dipanggil dengan nama Kecuk mengatakan, sejauh ini memang otoritas statistik cuma dipengaruhi oleh komoditas-komoditas berandil besar ke ranah inflasi. Garam, dalam pendapatnya memang sama sekali tak masuk di komoditas itu.

BPS sangat yakin, kalau keputusan pemerintah menjalani langkah impor kedepannya akan mampu menekan semua harga garam yang saat ini sudah merajalela ke kalangan konsumen. Mengingat dalam beberapa wilayah di Tanah Air pasokan garam sangat langka dan jika dibiarkan akan membawa dampak buruk.

Memang bobotnya kecil, saya berharap harganya akan stabil kembali, soal stok saya tidak mau mengatakan dulu tapi pemerintah saat ini mengusahakan supaya garam tidak langka,” ucapnya.

Yunita Rusanti selaku Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa dari BPS juga sama sekali tak memungkiri, kalau banyak sekali pertanyaan mengapa garam langka, mengingat Indonesia negara yang dipenuhi lautan.

Memang, ini nampak keterlaluan. Indonesia saat ini pantas menggenjot teknologi, supaya garam tak langka, wilayah lautnya kan luar.” paparnya.

0
pemerintah indonesia ajukan rencana impor garam

Di hari Senin 31 Juli 2017, petugas dari Kemendag tengah berjaga di kawasan KM Caraka Jaya Niaga III-4 dimana lokasi ini memang dipakai sebagai jalur kapal tol laut logistik Natuna dan berpusat di Tanjung Priok, Jakarta Utara, sejak Selasa (25/10). Pengadaan Tol Laut itu memang tujuan utamanya menekan disparitas harga yang ada di kawasan Natuna.

Kemendag (Kementerian Perdagangan) memang kembali mengadakan lagi program Gerai Maritim dan kini kembali memakai fasilitas tol laut. Ini untuk meredam tingginya harga garam konsumsi dan juga kelangkaan pasaran yang tengah melanda kawasan Indonesia sampai dengan saat ini.

“Mulai hari Jumat kemarin (28/7), memang KM Logistik Nusantara 1 sudah bersandar di Tanjung Perak, Surabaya. Kapal tersebut memang dipakai mengangkut pasokan garam yang kapasitasnya mencakup 14 kontainer,” penjelasan Sihard Hadjopan Pohan selaku Direktur Logistik dan Sarana Distrribusi Kemendag ke awak media hari ini.

Dia mengatakan kalau sejauh ini pasokan garam akan difokuskan untuk pasokan ke PT Sumatraco (Surabaya) dengan kapasitas 100 ton garam curah, kemudian ke UD Bayu Tirta Samudra (Pati) di volume 80 ton garam curah dan sebesar 20 ton garam iodium, kemudian ke CV Karya Barokah (Pati) yang volumenya sebesar 80 ton garam curah.

“Sampai dengan saat ini, sekitar 37 kontainer garam ada di Sabu dan kesemuanya sudah siap diangkut,” imbuhnya menjelaskan.

0
informasi emiten farmasi

Emiten Farmasi semakin optimis terhadap penjualan produknya. Emiten ini gencar melakukan ekspansi bisnis, bukan Cuma didalam negeri bahkan mulai gencar menjajal pasar luar negeri untuk memperkuat penjualan produk di pasar ekspor. Hal ini mengingat produk farmasi Indonesia sudah banyak diterima diluar negeri sehingga bisa menjadi peluang untuk memulai ekspansi bisnis diluar negeri.

Seperti PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) yang semakin menggenjot penjualan ekspor dengan mulai mengekspor ke Filipina. Dengan masuknya pasar Filipina, ini akan meningkatkan volume penjualan ekspor SIDO yang saat ini kontribusinya baru mencapai 2%. Sementara itu, SIDO juga sedang menjajaki pasar ekspor ke Jepang.

Sementara itu, PT Kimia Farma Tbk (KAEF) membentuk perusahaan join venture dengan perusahaan Korea Selatan untuk meningkatkan pasar ekspor. Nantinya perusahaan ini akan membuat pabrik bahan baku obat (BBO). Diprediksikan pembentukan perusahaan ini akan rampung pada tahun ini sehingga tahun depan sudah bisa memasarkan produk di dalam dan luar negeri.

Kimia farma juga sudah berencana untuk memulai ekspansi ke luar negeri dengan membangun apotek dan klinik baru. Emiten plat merah ini akan membangun apotek baru di Madinah. Seperti diketahui, kimia Farma sudah memiliki Apotek di Mekkah dan Jeddah. Dan kedepannya akan membangun klinik di Arab Saudi

0
laba indocement hari ini

Disepanjang kuartal pertama 2017 kondisi pasar dalam negeri cenderung dalam kondisi stabil termasuk juga kondisi pasar modal yang masih dalam tren psotif pasca kenaikan peringkat Indonesia menjadi “Layak Investasi” oleh Pemeringkat S&P. namun membaiknya kondisi tersebut tidak membuat emiten mencatatkan hasil postif.

Kinerja PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) menorehkan catatan merah di kuartal pertama 2017. Laba perseroan mengalami penurunan lebih dari setengah dibandingkan dengan periode yang sama ditahun sebelumnya.

Laba perseroan mengalami penurunan tajam yaitu sebesar 65.9% menjadi Rp 901 miliar. Tentu hasil tersebut merosot sangat jauh dibandingkan tahun sebelumnya. Pada periode yang sama ditahun sebelumnya, perseroan berhasil mencatatkan laba sebesar Rp 2.4 triliun.

Penurunan laba perseroan karena adanya penurunan pendapatan sebesar 15.4% menjadi Rp 6.5 triliun dibanding tahun sebelumnya yang berhasil mencatatkan pendapatan Rp 7.7 triliun di kuartal pertama.

Penurunan pendapatan yang terbilang cukup besar tidak bisa diimbangi oleh beban pendapatan perseroan. Beban pendapatan perseroan hanya turun 4,5%, dari Rp 4,5 triliun menjadi Rp 4,3 triliun di semester 1 2017.

Bukan hanya itu, Perseroan juga mengalami penurunan laba kotor sebesar 30.7% dari sebelumnya Rp 3.23 triliun menjadi Rp 2.24 triliun di kuartal pertama tahun ini

0

Indonesia sebagai negara kepulauan dan laut sudah memang seharusnya memiliki hasil perikanan yang melimpah dan bisa memenuhi kebutuhan ekspor ikan. Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyebutkan jika produksi hasil budidaya ikan pada kuartal pertama 2017 mengalami lonjakan. Terhitung hingga Juni 2017, Produksi sudah mencapai 7 juta ton, naik 2 ton dari periode yang sama ditahun sebelumnya yang hanya sebesar 5 juta ton.

Peningkatan tersebut masih akan terus ditingkatkan agar produksi ikan budidaya bisa mencatatkan hasil yang baik.

Peningkatan tersebut terdiri dari 3,5 juta ton ikan dan 4 juta ton rumput laut. Kondisi cuaca yang mendukung membuat KKP semakin optimis budidaya ini akan terus berkembang , ditambah juga dengan program yang sedang berjalan yang bisa membantu meningkatkan produksi budidaya

Saat ini program budidaya yang dilakukan oleh KKP sedang mengarah ke Indonesia Bagian Wilayah Timur. Distribusi benih masih terus digencarkan, hal tersebut agar produksi hasil budidaya terus mengalami peningkatan.

Hingga akhir Juni 2017, KKP melalui DJPB sudah melakukan penyebaran benih kembali (restocking) sebanyak 26,5 juta ekor. Nantinya pendistribusian benih akan terus ditingkatkan hingga bisa mencapai 1010 juta ekor melebihi target yang sudah ditentukan 100 juta ekor

0
informasi harga padi hari ini

Saat ini harga pangan di Indonesia masih cenderung belum stabil dan masih rentan mengalami kenaikan. Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras Indonesia (Perpadi) berkomitmen untuk bisa menjaga stabilitas pangan. Perpardi yang sebagai gabungan pengusaha menginginkan kondisi pangan bisa stabil sehingga tidak membebani masyarakat.

Perpadi sudah menyiapkan metode bisnis besar dengan menerapkan metode kewilayahan. Selain itu, nantinya Perpadi akan melakukan sinkronisasi dengan pemerinah sebagai mana yang sudah disampaikan oleh Ketua Umum Perpadi , Sutarto Alimeso.

Pada sebelumnya, Perpardi ikut dalam diskusi prihal beras dikantor Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Dalam diskusi tersebut, ditentukan 5 hal yang akan dibicarakan pemerintah dalam rangka mengatur tata niaga beras di Indonesia.

Salah satu usulan Perpadi adalah tidak dilakukannya penggerebekan ke depan. Selain itu Perpadi juga mengharapkan adanya perlindungan hukum dan ekonomi secara merata dalam usaha pangan khususnya beras.

Seperti diketahui, saat ini tata niaga beras di Indonesa terbilang masih sangat rumit dan cenderung banyak permainan. Seperti kasus yang terjadi di Bekasi, prihal penggerebekan gudang beras yang diduga melakukan penipuan terhadap konsumen.