Harga Acuan Ayam & Telur Akan Rilis

Harga Acuan Ayam & Telur Akan Rilis

165
1
SHARE

Kementerian Perdagangan dalam beberapa waktu kedepan akan memastikan harga acuan dari ayam hidup, karkas ayam, dan juga telur ayam, ini di tingkat peternak bersama juga konsumen. Mereka memastikan kalau pekan ini kesemua harga akan segera dikeluarkan untuk memastikan harga dipasaran lokal.

Harga acuan itu bakalan tercantum di draft revisi dari Permendag No. 63 Tahun 2016 kala selama ini memang mengatur Penetapan Harga Acuan Pembelian dalam areal Petani dan juga Harga Acuan Penjualan yang akan dirilis ke Konsumen.

Tjahya Widayanti selaku Dirjen Perdagangan Dalam Negeri dari Kementerian Perdagangan mengatakan kalau draf revisi itu sudah tertumpuk rapi di meja menteri dan akan segera ditandatangani. Kemudian, revisi itu bakalan didaftarkan menuju Kemenkumham serta akan segera mampu disosialisasikan.

Simak Juga:  Pasokan Ayam Kampung Lokal Masih Jauh Dari Permintaan Pasar

“Saat ini memang sudah ada di meja menteri. Kalau sudah ditandatangani dalam pekan ini, maka akan segera didaftarkan ke Kemenkumham. Maka pekan depan kami jamin akan sudah selesai,” tegasnya.

Tjahya mengatakan juga kalau pemerintah juga bakalan akan menyelesaikan revisi ini serta kemudian akan segera mungkin diberlakukan. Draft revisi itu juga membahas soal HET gula pasir, kemudian minyak goreng kemasan serta juga daging beku.

“Soal angka pastinya sejauh ini belum bisa kami sampaikan sebelum nanti prosesnya usai, mengingat kesemua harga masih akan menunggu semuanya rampung baru nanti kita sampaikan secara publik,” imbuh keterangan dari Tjahya.

Tjahya sangat optimis kalau dengan mengatur harga acuan tersebut kedepannya akan mampu menjaga harga dalam tingkat peternak serta juga konsumen. Usai harga pokok produksi dalam lingkup peternak memang beberapa waktu lalu turun.

Simak Juga:  Menko Darmin - 24 Juli Sebagai Hari Florikultura

1 COMMENT

  1. Jatuhnya harga ayam hidup dan telur ayam di tingkat peternak disebut karena pasokan berlebih, sebaliknya permintaan berkurang. Kondisi ini mengakibatkan para pelaku unggas terus merugi. Melalui harga acuan ini, imbuh Tjahya, peternak unggas diharapkan mendapatkan margin keuntungan. Tjahya menambahkan pemerintah telah mengambil langkah menyeimbangkan supply and demand. Jika sudah terjaga, maka harga akan terbentuk dengan sendirinya. Melalui harga acuan ini dapat menjaga agar tidak naik terlalu tinggi dan turun terlalu jauh.

LEAVE A REPLY