Stok Daging Tahun Ini Dijamin Bulog

Stok Daging Tahun Ini Dijamin Bulog

97
0
SHARE

Pihak Bulog kini dalam langkah mengurus izin impor baru soal daging kerbau asal India bersama kuota 51.728 ton. Langkah ini dipakai untuk menjaga stok daging di gudang Bulog sampai dengan akhir tahun.

Selama bulan April ini saja sudah ada 39.500 ton digudang Bulog. Dan angka ini sudah mencakup stok impor 6.800 ton kal tiba di akhir Maret lalu. Dimana stok ini dalam perkiraan Bulog akan bisa menyediakan kebutuhan saat puasa dan juga lebaran mendatang.

“Kami saat ini sudah menjalani proses lagi dan akan melakukan impor dengan bertahap. Memang kuota kami akan menargetkan 51.728 ton hingga akhir Desember,” kata Febriyanto selaku Direktur Komersial Bulog.

Simak Juga:  Menko Darmin - 24 Juli Sebagai Hari Florikultura

Soal impor kedepannya bakalan akan dilakukan dengan bertahap dimana langkah ini dinilai sangat efisien dalam menghindari penumpukan saat ada di pelabuhan.

“Jika mulai bulan Mei nanti bisa masuk 5.000 ton hingga akhir Desember, maka bakalan sesuai dengan realisasi penjualan kami, dan besaran stok tahun ini saja kami rasa bisa tercukupi,” imbuh dia.

Namun pengajuan ini juga tak bakalan bisa terealisasi seluruhnya. Mengingat realisasi impor begitu bergantung ke realisasi penjualan dari Bulog.

Dalam data BPS 2017, kata Febri angka produksi daging sapi yang ada di lingkup nasional sekitar 468.369 ton, dan konsumsi nasional sejauh ini 729.911 ton. Selisihnya sudah nampak 261.542 ton. Semisal angka konsumsi daging dalam kawasan Jabodetabek Banten di tahun 2016 sekitar 51.450 ton, dan angka produksinya 20.166 ton.

Simak Juga:  Pasokan Ayam Kampung Lokal Masih Jauh Dari Permintaan Pasar

“Kawasan Jabodetabek Banten sejauh ini memang menjadi daerah konsumen. Dan suplai pemerintah selama ini memang mengandalkan dari Lampung, ini dipakai dalam memenuhi kebutuhan Jabodetabek,” imbuhnya.

Bukan hanya stok daging kerbau yang sekitar 39.500 ton, saat ini Bulog juga masih punya stok daging sapi sekitar 304 ton.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY