Home Info Agribisnis Densus 88 dan Sektor Pertanian

Densus 88 dan Sektor Pertanian

12
SHARE
Rumput

Densus 88 Anti Teror Mabes Polri melakukan serangkaian kegiatan evaluasi pertanian di Balai Pelatihan Pertanian dengan tujuan sebagai deradikalisasi dan memperkuat komoditi sektor pertanian di Indonesia.

Tujuan Deradikalisasi pada Sektor Pertanian

Brigjen Arif melakukan kegiatan evaluasi pertanian tentu tanpa alasan, Lalu alasan Brigjen Arif melakukan kegiatan evaluasi tersebut yaitu untuk membimbing dan membantu warga binaan agar menjadi mandiri dan lebih baik dari biasanya. Dan juga Brigjen Arif mengharapkan dengan pelatihan seperti ini maka dapat menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia.

Faktor Deskripsi Dampak
Kebutuhan Dasar
  • Warga binaan membutuhkan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
  • Sektor pertanian merupakan sektor yang mudah diakses dan tidak memerlukan modal besar.
  • Mengurangi ketergantungan warga binaan pada pihak lain.
  • Meningkatkan kemandirian dan rasa tanggung jawab.
Pemulihan Mental
  • Bekerja di sektor pertanian dapat memberikan ketenangan dan rasa damai.
  • Kontak dengan alam dapat membantu mengurangi stres dan kecemasan.
  • Meningkatkan kesehatan mental dan emosional.
  • Membangun rasa syukur dan cinta terhadap alam.
Keterampilan dan Pengembangan Diri
  • Sektor pertanian membutuhkan berbagai keterampilan, seperti menanam, merawat tanaman, dan memanen hasil.
  • Warga binaan dapat belajar dan mengembangkan keterampilan baru.
  • Meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan bersosialisasi.
  • Membuka peluang untuk bekerja di sektor pertanian setelah bebas.
Sosialisasi dan Integrasi
  • Bekerja di sektor pertanian dapat membantu warga binaan berinteraksi dengan masyarakat.
  • Membangun rasa empati dan kepedulian terhadap lingkungan.
  • Mendorong reintegrasi ke dalam masyarakat.
  • Mengurangi stigma dan diskriminasi.
Ketahanan Ekonomi
  • Sektor pertanian dapat menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan.
  • Warga binaan dapat membangun usaha kecil-kecilan dan meningkatkan kesejahteraan.
  • Mengurangi risiko keterlibatan dalam kegiatan kriminal.
  • Meningkatkan kemandirian dan stabilitas ekonomi.
Simak Juga:  Bahlil Pimpin Satgas di Merauke

Jumlah Warga Binaan Deradikalisasi

Dengan adanya sektor pertanian membuat sekitar 358 orang warga binaan mantan jaringan kelompok teror yang memiliki paham radikal menjadi mandiri karena telah belajar bertani demi mensejahterakan keluarga masing-masing.

Membuahkan hasil

Menurut laporan analisa Dinas Pertanian Kabupaten Lampung Tengah, Telah tercatat ada 5 hinggan 6 ton perhektare hasil panen padi dan dilanjut dengan komoditas lainnya seperti jagung, singkong dan sapi.

Merupakan Solusi

Kegiatan panen yang dilakukan pada warga binaan merupakan solusi bagi warga binaan untuk belajar tidak hanya memenuhi kebutuhan keluarga pada skala kecil tapi juga mendorong untuk hasilkan pangan dalam memenuhi kebutuhan nasional menurut Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman.

Simak Juga:  Sudah Dibeli Tengkulak, Petani di Jombang Pusing Harga Gabah

 

Dengan ini maka Menteri Pertanian (Mentan) Adni Amran Sulaiman juga memiliki komitmen pada warga binaan supaya dapat memberikan pelatihan pertanian sebagai ilmu dan bekal masa depan. Tidak hanya diarahkan pada kebutuhan keluaga tapi juga mendorong dalam memenuhi kebutuhan nasional.

 

Sumber