Home Info Agribisnis Peternakan Seluk Beluk Ternak Dan Budidaya Kroto

Seluk Beluk Ternak Dan Budidaya Kroto

1201
0
SHARE

Budidaya kroto menjadi salah satu bisnis yang mudah dijalankan. Dengan kesabaran dan keuletan, bisa dipastikan bisnis ini akan meraup untung yang besar. Terlebih pangsa pasar bisnis ini juga terhitung luas. Bagi mereka yang ingin menjalankan bisnis sampingan dengan peralatan sederhana dan modal minim, maka budidaya kroto bisa menjadi alternatifnya.

Kroto merupakan telur yang dihasilkan oleh semut rangrang. Telur inilah yang nantinya akan dijual dan memberikan keuntungan besar. Para pemilik burung merupakan konsumen paling besar bisnis kroto ini, karena makanan burung yang sehat berasal dari kroto.

Berternak kroto

Berternak kroto tidak memerlukan modal yang besar atau lahan yang luas. Bahkan dengan lahan seluas 1 meter persegi saja sudah bisa mulai mengembangkan usaha ini. Peralatan yang digunakan juga tidak banyak dan bisa menggunakan peralatan apapun yang sudah ada di rumah. Yang paling penting untuk diketahui adalah cara hidup dari semut rangrang tersebut.

Semut rangrang yang menghasilkan telur adalah ratu semutnya. Namun bukan berarti hanya memelihara si ratu semut itu saja. Karena kehidupan ratu semut bergantung dari semut jantan, semut pekerja dan semut prajurit yang kemudian membentuk sebuah koloni. Kehidupn dari koloni inilah yang menunjang ratu semut untuk menghasilkan telur. Semut jantan bertugas untuk membuahi ratu semut. Sedangkan semut pekerja bertugas menjaga telur-telur tersebut dan semut prajurit bertugas mencari makanan dan menjaga sarang.

Simak Juga:  Jasindo Sudah Siapkan Asuransi Tebu dan Holtikultura

Jadi, jika ingin menghasilkan kroto yang berkualitas, maka keseimbangan hidup koloni semut ini juga harus diperhatikan. Bagi pengusaha pemula akan lebih mudah jika membeli bibit kroto ini dalam bentuk koloni sehingga tinggal melakukan pemeliharannya saja.

Sedangkan untuk media perawatannya, lebih mudah menggunakan toples sebagai sarang semut rangrang ini. Sarang semut beserta koloninya dimasukkan dalam toples kemudian ditaruh di atas batu bata di dalam nampan yang sudah diberi air hingga setengahnya. Hal ini untuk menjaga agar semut rangrang tidak bisa kabur. Tapi toples tetap adlam keadaan terbuka agar semut bisa mencari makan sendiri.

dunia_kroto

Makanan bagi semut rangrang ini berupa serangga mati seperti ulat, jangkrik serta sisa-sisa makanan. Sedangkan untuk nutrisinya bisa dengan memberikan air gula ditambah madu sedikit. Letakkan air gula dan madu ini pada gelas plastik di sebelah toples agar semut bisa menghampirinya.

Simak Juga:  PT Berdikari Diharapkan Membawa Perubahan Untuk Peternak Lokal

Memanen kroto

Jika perawatan atau pembudidayaannya dilakukan dengan benar, maka panen kroto ini bisa dinikmati setelah 2-3 bulan. Setiap 1 toples kecil bisa menghasilkan kira-kira 1 ons kroto. Tapi tidak harus dalam 2-3 bulan kroto dipanen. Biasanya peternak memiliki periode-periode tertentu dalam memanen agar hasilnya lebih banyak dan berlipat.

Namun sebaiknya tidak semua telur kroto ini dipanen. Sisakan beberapa telur kroto supaya menetas dan membentuk koloni baru. Terutama telur besar yang biasanya merupakan ratu semut. Sehingga kestabilan usaha akan lebih terjaga karena adanya perkembang biakan semut. Selain itu bisa sambil mengembangkan usaha juga. Jika awalnya hanya menghasilkan kroto, maka berikutnya bisa menghasilkan bibit kroto dan dijual kepada calon pengusaha kroto lainnya.

Dibawah ini adalah tabel daftar harga jenis kroto terbaru update tahun 2016 :

No Jenis Kroto Harga Kroto
1 Kroto Rp 175.000 / Kg
2 Bibit Kroto Rp 30.000 / Toples
Rp 29.000 / Diatas 50 Toples
Rp 28.000 / Diatas 100 Toples
3 Ratu Semut Rp 65.000 per Ekor

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here