Perikanan Sungai Bakalan Diurusi Pemerintah

Perikanan Sungai Bakalan Diurusi Pemerintah

139
0
SHARE

Pemerintah saat ini memutuskan bakalan mengelola perikanan darat dan akan dijalankan di tahun ini. Salah satunya membangun 10 areal pendaratan ikan asal sungai. Bersama pengelolaan itu, dalam kedepannya target di nilai produksi dari perikanan darat 2017 bakalan akan diakselerasi dari sekitar Rp11,6 triliun menuju ke Rp23,1 triliun.

Sepuluh PPI tersebut akan mengabil lokasi di sungai Bengawan Solo, Brantas, Musi, Batanghari, Kapuas, Kampar, Siak, Serayu, Mahakam, serta juga Citanduy. Nantinya Kementerian Kelautan dan Perikanan bakalan mengambil langkah dalam mengelolanya dan akan dijadikan wilayah WPP PUD (pengelolaan perikanan perairan umum daratan).

Sjarief Widjaja selaku Dirjen Perikanan Tangkap KKP memberikan pernyataan kalau produksi perikanan sungai sejauh ini memang tak tercatat baik, meski di dalamnya banyak sekali potensi ikan domestik dan bisa menjadi luar biasa jika dikelola baik, semisal ikan gabus, wader, jelawat, dan belida.

Simak Juga:  Pasokan Ayam Kampung Lokal Masih Jauh Dari Permintaan Pasar

Lokasi PPI (pangkalan pendaratan ikan) sungai, dalam peryataannya, bakalan akan bisa memperbaiki pencatatan. Dengan hal itu, maka target volume produksi dalam sektor perikanan tangkap darat akan ditargetkan mencapai 1 juta ton dalam kedepannya.

“Perahu-perahu bakalan akan memenuhi wilayah itu termasuk PPI. Kami bakalan mencatat hasil tangkapannya dan menghitungnya,” tegas Sjarief menjelaskan.

Sejauh ini konsep WPP PUD memang difokuskan pembangunan sebuah kawasan konservasi dalam sungai di titik terbaik, pemerintah juga bakalan menebar benih ikan domestik. Dan Suaka konservasi juga akan ditutup permanen dan semua ikan di wilayah suaka akan diserap semuanya oleh pemerintah.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY