Petani Kini Cemas Soal Modal & Tanah

Petani Kini Cemas Soal Modal & Tanah

106
0
SHARE

Para petani saat ini mulai mencemaskan soal akses modal serta tanah dan ini membuat semua penggarap lahan perkebunan dan pertanian nampak sama sekali belum bisa dikatakan sejahtera mengingat kehidupan mereka masih jauh dari kemakmuran.

Mansuetus Alsy Hanu selaku Ketua SPKS (Serikat Petani Kelapa Sawit) mengutarakan kalau saat ini semua petani nampak sekali kesulitan memperoleh pinjaman bank. Usai, perbankan memang masih mengadopsi adanya konsep konvensional kala mengharuskan semua pinjaman juga harus disertai dengan jaminan dari peminjam.

“Jaminan tersebut memang harus dilengkapi dengan surat-surat lengkap,” ungkapnya menegaskan.

Bukan hanya soal itu, Mansuetus mengkritik juga keterbatasan akses para petani soal tanah. Dalam padangan dia, petani memang semaki kesulitan dalam menggarap lahan usai tanah-tanah dalam kawasan pedesaan kini sudah diduduki pihak korporasi besar.

Simak Juga:  Pasokan Ayam Kampung Lokal Masih Jauh Dari Permintaan Pasar

Henry Saragih selaku Ketua Umum SPI (Serikat Petani Indonesia) mengatakan juga kalau kesenjangan penguasaan tanah yang kini dijalani perusahaan dan juga masyarakat kini kian tak imbang. Usai sekarang, masyarakat memang hanya bisa mengerjakan 0,3 ha-0,5 ha tanah, dan korporasi mampu menguasai dan juga mengerjakan jutaan hektare.

Henry juga memberikan tambahan kalau saat ini sektor perkebunan sudah mampu berkontribusi besar ke pendapatan Indonesia usai menjadikan negara kita sebagai salah satu negara ekspotir komoditas. Mengingat masa ini sebenarnya sudah dijalani Indonesia sejak zaman penjajahan Belanda.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY