Home Info Agribisnis Harga Gabah dan Nilai Tukar Petani Menurun Drastis

Harga Gabah dan Nilai Tukar Petani Menurun Drastis

5
SHARE
Gabah Petani

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai tukar petani atau NTP pada April 2024 sebesar 116,79. Angka tersebut turun 2,18% dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan NTP pada April 2024 terjadi lantaran indeks harga yang diterima petani (It) turun 1,74%, sementara indeks harga yang dibayar petani (Ib) mengalami kenaikan 0,45%.

“Komoditas dominan yang memengaruhi penurunan It nasional adalah gabah, jagung, cabai rawit, dan cabai merah,” ungkap Amalia Adininggar Widyasanti, Plt. Kepala BPS, dalam Rilis BPS, Kamis (2/5/2024).

Lebih lanjut, Amalia mengatakan, peningkatan NTP tertinggi terjadi pada sub sektor tanaman perkebunan. BPS mencatat, NTP di sub sektor ini naik sebesar 3,35%. Kenaikan ini terjadi lantaran It naik 3,70%, lebih besar dari kenaikan Ib yang mengalami kenaikan 0,34%. Komoditas dominan yang mempengaruhi kenaikan It sub sektor tanaman perkebunan rakyat adalah kakao, kelapa sawit, dan kopi. Sementara itu, penurunan NTP terdalam terjadi pada sub sektor tanaman pangan yang turun sebesar 7,64%.

Simak Juga:  Harga Beras dan Daging Ayam Turun Jelang Lebaran 2024

“Penurunan ini terjadi karena indeks harga yang diterima petani turun 7,10% sementara Ib mengalami kenaikan 0,59%,” katanya.

Adapun komoditas yang dominan memengaruhi kenaikan adalah gabah, jagung, dan ketela pohon.

Harga Gabah Anjlok

Penurunan NTP pada April 2024 juga dipengaruhi oleh anjloknya harga gabah di tingkat petani. BPS mencatat, harga gabah kering panen (GKP) turun tajam sebesar 15,58% menjadi Rp5.686 per kilogram dari bulan sebelumnya RP6.736 per kilogram. Kemudian, harga gabah kering giling (GKG) turun 14,32% menjadi Rp6.958 per kilogram dari bulan sebelumnya sebesar Rp8.121 per kilogram.

Dampak Penurunan NTP

Penurunan NTP berdampak negatif bagi kesejahteraan petani. Penurunan NTP berarti daya beli petani menurun, karena harga produk yang mereka jual lebih rendah dibandingkan dengan harga barang yang mereka beli. Hal ini dapat menyebabkan petani kesulitan memenuhi kebutuhan hidup dan biaya produksi, sehingga berpotensi menghambat peningkatan produktivitas dan pendapatan petani.

Upaya Pemerintah

Pemerintah perlu mengambil langkah-langkah untuk mengatasi penurunan NTP dan meningkatkan kesejahteraan petani. Beberapa upaya yang dapat dilakukan antara lain:

Simak Juga:  Petani di Kulon Progo Menghadapi Hama Dengan Alat Canggih
Upaya Pemerintah Tujuan Manfaat Tantangan
Meningkatkan HPP untuk gabah dan komoditas pertanian lainnya Meningkatkan pendapatan petani Meningkatkan daya beli petani, mendorong peningkatan produksi Anggaran pemerintah terbatas, potensi distorsi pasar
Memperkuat peran Bulog dalam menyerap gabah petani dengan harga yang wajar Menstabilkan harga gabah di tingkat petani Meningkatkan kepastian harga bagi petani, mengurangi fluktuasi harga Kapasitas Bulog terbatas, potensi inefisiensi
Meningkatkan infrastruktur dan logistik di daerah sentra produksi pertanian Memperlancar distribusi hasil panen, mengurangi biaya transportasi Meningkatkan daya saing produk pertanian, meningkatkan pendapatan petani Membutuhkan investasi besar, koordinasi antar lembaga
Memperkuat program bantuan dan subsidi bagi petani Meningkatkan akses petani terhadap input produksi, mengurangi biaya produksi Meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani, meningkatkan pendapatan petani Potensi salah sasaran, inefisiensi dalam penyaluran
Meningkatkan akses petani terhadap teknologi dan informasi Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani, meningkatkan efisiensi usaha tani Meningkatkan produktivitas dan kualitas produk pertanian, meningkatkan pendapatan petani Keterbatasan akses internet dan teknologi di daerah pedesaan, kesenjangan literasi digital

[Sumber]