Home Info Agribisnis Jagung Terlampau Murah, Presiden Jokowi Respon Begini

Jagung Terlampau Murah, Presiden Jokowi Respon Begini

11
SHARE

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan pentingnya hilirisasi untuk menjaga harga jagung tetap stabil di tingkat petani. Hal ini menyusul banyaknya petani yang mengeluh harga jagung anjlok saat panen raya hingga menyentuh Rp 4.200 per kg. Dalam kunjungannya di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Jokowi mengungkapkan bahwa hilirisasi, atau peningkatan nilai tambah melalui pengolahan lebih lanjut, adalah kunci untuk memastikan harga jagung tetap stabil.

“Inilah yang tadi saya sampaikan dengan Pak Menteri Pertanian, dengan Pak Menteri Perdagangan memang industrinya itu harus mendekati lahan lahan jagung yang ada, sehingga bisa menjadi pakan ternak, bisa menjadi minyak goreng jagung, ini yang namanya hilirisasi,” ungkap Jokowi.

“Memang ini yang akan terus kita dorong sehingga harga itu bisa lebih stabil kalau ada industri harga akan lebih stabil, tapi kalau jauh, dari sini harus dibawa ke Jawa ya memang cost nya memakan banyak di transport,” lanjutnya.

Presiden Jokowi juga mendorong agar memperbanyak inisiatif hilirisasi di sektor pertanian, misalnya dengan mengolah jagung menjadi berbagai produk turunan, tidak hanya memperluas pasar, agar petani memiliki nilai tambah yang lebih besar.

Simak Juga:  Gangguan Rantai Pasokan Beras Berpengaruh Pada Harga Beras

“Saya kira ini yang perlu kita dorong terus, hilirisasi di semua komoditas, tidak hanya jagung, tetapi juga komoditas-komoditas yang lain,” ujar Jokowi.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman dalam kesempatan yang sama juga mengatakan hilirisasi akan memberi dampak positif bagi kesejahteraan petani. Menurutnya, hilirisasi merupakan langkah strategis yang harus dipercepat, terutama untuk komoditas seperti jagung yang memiliki potensi besar dalam mendukung perekonomian nasional.

“Hilirisasi di bidang pertanian menjadi langkah krusial dalam meningkatkan nilai tambah produk, menekan impor, serta membuka peluang ekonomi baru bagi petani dan industri terkait. Kuncinya semua harus terlibat dan sinergi, kami optimis, jika semua bergerak, ini bisa kita lakukan secara maksimal,” tutup Amran.

Dampak Hilirisasi Terhadap Harga Jagung

Hilirisasi diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah jagung, sehingga harga jual di tingkat petani menjadi lebih stabil. Dengan adanya industri pengolahan jagung di sekitar sentra produksi, petani tidak perlu lagi menjual jagung dengan harga murah karena ongkos transportasi yang mahal. Selain itu, hilirisasi juga dapat membuka peluang pasar baru bagi produk turunan jagung, seperti tepung jagung, minyak jagung, dan bioetanol. Hal ini akan meningkatkan permintaan jagung, sehingga harga jual di tingkat petani dapat meningkat.

Simak Juga:  Harga Beras dan Daging Ayam Turun Jelang Lebaran 2024

Tantangan Hilirisasi Jagung

Meskipun hilirisasi memiliki banyak manfaat, namun terdapat beberapa tantangan yang perlu diatasi. Salah satunya adalah keterbatasan infrastruktur, seperti pabrik pengolahan jagung yang masih belum merata di seluruh sentra produksi. Selain itu, perlu adanya koordinasi yang baik antara pemerintah, petani, dan industri pengolahan jagung. Hal ini penting untuk memastikan bahwa hilirisasi dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat yang optimal bagi semua pihak.

Hilirisasi merupakan salah satu solusi untuk mengatasi masalah harga jagung yang anjlok. Dengan adanya industri pengolahan jagung di sekitar sentra produksi, petani dapat memperoleh harga jual yang lebih stabil. Selain itu, hilirisasi juga dapat membuka peluang pasar baru bagi produk turunan jagung, sehingga meningkatkan permintaan dan harga jual jagung di tingkat petani. Namun, untuk mewujudkan hilirisasi jagung secara optimal, perlu adanya dukungan dari pemerintah, petani, dan industri pengolahan jagung. Koordinasi yang baik antara ketiga pihak tersebut akan memastikan bahwa hilirisasi dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat yang optimal bagi semua pihak.

[Sumber]

[Sumber]