Bebek Impor Dari Malaysia Masuk, Peternak Protes

Bebek Impor Dari Malaysia Masuk, Peternak Protes

588
0
SHARE

Peternak Bebek yang bergabung dalam Himpunan Peternak Unggas Lokal Indonesia (Himpuli) sangat memprotes kerasa langkah pemerintah yang membuka keran impor bebek dari Malaysia. Datangnya Bebek dari Malaysia tersebut akan membuat bisnis ternak unggas dalam negeri diambang kebangkrutan. Dampak dari hal tersebut sudah terlihat, harga bebek lokal anjlok dari rata rata Rp 24.000 per kg kini menyusut menjadi Rp 19.000 perkg hal tersebut karena sudah masuknya bebek dari negeri jiran tersebut. Hal tersebut ditambah juga dengan semakin banyaknya penyelundupan bebek ilegal yang masuk ke Indonesia. Tentu hal tersebut sangat merugikan peternak unggas rakyat.

Menurut Ketua umum Himpuli Ade M.Zulkarnain mengatakan bahwa, pemerintah sudah mengimpor bebek sejak enam bulan lalu dan merupakan impor yang pertama kali terjadi. Selain itu, ia juga menyebutkan bahwa sudah ada tujuh perusahaan yang memperoleh izin untuk mengimpor bebek yaitu, PT Agro Boga Utama, UD Multi Jaya Abadi, PT Indoguna Utama, PT Batam Frozen Food, PT Dewi Kartika Inti, PT Dua Putra Perkasa Pratama, dan PT Global Berkat Sukses. Ia juga menambahkan bahwa diantara importir tersebut ada yang di indikasikan melakukan penyelundupan bebek, sebab semakin marak impor bebek ilegal yang terjadi di Indonesia. “ungkapnya”.

Ia juga menambahkan, Selama Bulan September 2016 Balai Karantina Pertanian Wilayah Kerja Bakaheuni berhasil menemukan 2.100 ekor bebek packing dari negeri jiran yang belum dilengkapi dengan dokumen lengkap. Di duga bebek tersebut merupakan penyelundupan. Bebek tersebut merupakan milik UD Multi Jaya Abadi di Medan.  Menurutnya, Datangnya bebek Dari Malaysia memang sudah masuk dalam Undang undang yang berlaku yaitu Permentan No.34 Tahun 2016 tentang pemasukan karkas, daging dan jeroan. Namun ia meminta agar pemerintah dan industri bisa menyerap produksi bebek dari peternak lokal. “ungkapnya”

Kini Pihak Kementerian Perdagangan berjanji akan mencari solusinya. Mengingat sudah banyak keluhan dari para peternak. Kini Kemendag akan berkoordinasi dengan Kementan terkait hal tersebut.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY