Home Opini Dibalik Langkanya Komoditi Minyak Goreng

Dibalik Langkanya Komoditi Minyak Goreng

7
SHARE
informasi penyebab kenaikan harga minyak goreng naik

Penyebab Harga Minyak Goreng Naik – Selama akhir tahun 2021 dan awal tahun 2022 masyarakat dipusingkan dengan naiknya harga minyak goreng di pasaran. Bukan hanya melonjak tajam saja, permintaan minyak goreng di pasaran Tanah Air tidak sebanding dengan keberadaan barang. Itulah kenapa sebagian besar pedagang sampai konsumen merasa terdampak atas permasalahan ini.

Tidak hanya membuat konsumen menjerit, Indonesia sendiri merupakan Lumbung Sawit. Jika dibandingkan dengan Negara lainnya, Indonesia menjadi prnghasil CPO (Crude Palm Oil) terbesar di dunia. Masalah ini semakin membuat pelik kalangan konsumen. Didalam penyelidikan KPPU (Komisi Pengawas Persaingan Usaha) menemukan banyak permasalahan atas kasus ini.

Kenaikan harga minyak goreng di Tanah Air juga sudah ditekan dengan adanya kebijakan subsidi dari pemerintah. Dimana atas kebijakan DMO (Domestic Market Obligation) sertta DPO (Domestic Price Obligation) mulai 1 Februari 2022 kemarin, menetapkan harga minyak goreng Rp 9.300/kg-nya.

gambar minyak sawit
sumber gambar: kemlu.go.id

Penyebab Kenaikan Harga Minyak Goreng

Dalam penelusuran dan indikasi dari sejumlah pihak, keputusan pemerintah menaikkan harga minyak goreng meski sedang dalam kondisi langka memang berdasarkan sejumlah faktor. Beberapa faktor penyebabnya antara lain:

  1. Adanya gangguan cuaca sehingga menyebabkan penurunan produksi CPO akibat pandemic Covid-19. Dimana pada tahun 2021 nilai produksi CPO turun 0,31% (46,88 juta ton) jika dibandingkan nilai produksi di tahun 2020 yang bisa menghasilkan 47,03 juta ton.
  2. Adanya kenaikan permintaan CPO di pasar domestik maupun ekspor. Selama dua tahun berturut-turun permintaan naik signifikan yakni 17,34 juta ton di tahun 2020 dan 18,42 juta ton di tahun 2021. Kenaikan ini hanya terjadi di dalam negeri belum lagi permintaan pasar luar negeri yang nilai permintaannya hampir sebanding.
  3. Kenaikan harga komoditas energy lainnya semisal batu bara, gas dan minyak mentah sehingga memicu adanya kenaikan harga CPO di Tanah Air. Selama ini semakin naikknya harga komoditas energy akan mempengaruhi kenaikan subtitusi energy fosil.
  4. Terakhir, adanya fenomena spekulasi yang terjadi di pasar komoditas karena gejala commodity supercycle. Sehingga hal inilah yang juga memberikan dampak besar ke pasar CPO. Pandemi yang selama ini terjadi di Tanah Air memang memberikan pengaruh ke pergerakan uang dan menimbulkan inflasi ke semua kegiatan ekonomi.

Itulah sejumlah faktor langkanya komoditi minyak goreng di Indonesia. Dari sejumlah faktor diatas sangat perlu masyarakat memahami kondisi dari permasalahan ini untuk terus memantau keadaan perekonomian di Tanah Air. Dari beberapa penjelasan di atas semoga anda dapat lebih terinformasikan terkait penyebab kenaikan harga minyak goreng.